Menghargai, Tak Begitu Sulit Bukan?
“Anda tidak ada kerja ya? Anda tidur ya?”
Yak, kalimat di atas adalah salah satu kalimat favorit bos saya di kantor.
Setiap anak buahnya melakukan kesalahan sekecil apapun, beliau akan otomatis mengeluarkan kata-kata demikian.
Awalnya, sebagai karyawan baru, saya kaget juga gitu denger si bos marah-marah, meskipun marah itu bukan untuk saya. Tapi, lama kelamaan biasa juga sih liat sesama karyawan tertunduk lesu habis disemprot si bos..
Mungkin juga hal seperti ini terjadi nggak cuma di kantor saya aja dong ya. Di setiap kantor pasti ada kejadian-kejadian serupa yang mampu mengubah mood kerja menjadi mood pengen ngegaplok orang..
Menurut saya nih, menurut saya lho tapi ya, jangan marah kalo pendapat saya beda.. ![]()
Menurut saya, sebagai seorang pimpinan, boleh lah ya marah-marah, apalagi ke karyawan yang yaaaa..bisa dikatakan kerjaannya nggak properly. Tapi, sebagai seorang pimpinan juga seharusnya bisa mengukur kondisi psikologis seseorang *tsaah*
Menegur boleh, tapi setidaknya pilihlah kata-kata yang mengesankan “tidak menghargai” hasil kerja karyawan.
Seperti kalimat di atas misalnya. Bagaimana bisa seorang pimpinan mengatakan anak buahnya tidur, nggak kerja, bla bla bla. Padahal beliau sendiri tau anak buahnya sudah kerja semaksimal mungkin, sampe lembur, sampe kurus, sampe kayak tengkorak, dan masih dibilang tidak ada kerja??
O maaaiiii, saya aja yang denger jadi panas, apalagi yang kena semprot ya..
Intinya sih, masih banyak jalan untuk menegur suatu kesalahan tanpa harus menghilangkan harga diri orang lain. Lagi-lagi menurut saya, suatu teguran akan lebih berimbas positif jika disampaikan secara positif juga.
Jadi, bagi para pimpinan-pimpinan yang terhormat di luar sana, tetap hargai kerja anak buah kalian. Nggak mungkin juga kan, seorang pimpinan dianggap berhasil tanpa sumbangsih anak buah?
Dan bukan cuma untuk pimpinan-pimpinan doang lah ya, kita juga kalau lagi meluap-luap sama orang, sebisa mungkin jangan merendahkan orang lain lah ya. Kita juga kan nggak mau direndahkan sama orang lain..
Toh menghargai seseorang tak perlu mengeluarkan milyaran rupiah, seharusnya tak begitu sulit bukan?
About this entry
You’re currently reading “Menghargai, Tak Begitu Sulit Bukan?,” an entry on cyraflame
- Published:
- December 2, 2010 / 7:09 am
- Category:
- balada kerja
4 Comments
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]